BINTANG PENGHUJUNG SIANG
Ku susuri tepian pantai di penghujung
siang
Di kala senja datang tanpa isakan
Ku jejakan kaki telanjang dalam bulir
mencengkeram
Dan
berjalan tanpa henti pada tepian
Menanti kedatangan dikau dalam balut
keremangan
Ya,
dikau yang jauh hanya terjangkau angan
Namun
apa daya, hati ini telah tertawan
Sebongkah
hati dengan suka rela ku persembahkan
Agar
kau tanam dalam lubuk keabadian
Di sini, mentari berpendar dalam rona
keemasan
Dan aku, berusaha menanamkan “kesetiaan”
Berharap tumbuh bersama kepercayaan
Laksana debur ombak menghantam karang
Rasa “cinta”ku pun tak tergoyahkan
Berdiri kokoh di atas segala aral dan
terjang
Siluet
keemasan memburu melintang
Selalu
menemaniku dalam kebimbangan
Hingga
aku merajut titik terang
Lalu ku dapati parasmu di gugusan bintang
Berpinta
agar aku tenang menanti “pertemuan”
Dan
menegarkanku dalam kekalutan
Itulah dikau, SANG BINTANG
Bintang dengan pendar paling benderang
Serta bintang beranugerahkan keajaiban
Yang Tuhan ciptakan untukku seorang J