Senin, 27 Januari 2014

Bintang Penghujung Siang

BINTANG PENGHUJUNG  SIANG
Ku susuri tepian pantai di penghujung siang
Di kala senja datang tanpa isakan
Ku jejakan kaki telanjang dalam bulir mencengkeram
Dan  berjalan tanpa henti pada tepian
Menanti kedatangan dikau dalam balut keremangan
            Ya, dikau yang jauh hanya terjangkau angan
            Namun apa daya, hati ini telah tertawan
            Sebongkah hati dengan suka rela ku persembahkan
            Agar kau tanam dalam lubuk keabadian
Di sini, mentari berpendar dalam rona keemasan
Dan aku, berusaha menanamkan “kesetiaan”
Berharap tumbuh bersama kepercayaan
Laksana debur ombak menghantam karang
Rasa “cinta”ku pun tak tergoyahkan
Berdiri kokoh di atas segala aral dan terjang
            Siluet keemasan memburu melintang
            Selalu menemaniku dalam kebimbangan
            Hingga aku merajut titik terang
Lalu  ku dapati parasmu di gugusan bintang
            Berpinta agar aku tenang menanti “pertemuan”
            Dan menegarkanku dalam kekalutan
Itulah dikau, SANG BINTANG
Bintang dengan pendar paling benderang
Serta bintang beranugerahkan keajaiban

Yang Tuhan ciptakan untukku seorang J

Sabtu, 09 November 2013

Mantra



Untuk kamu yang mengecewakanku :)
 MANTRA
 Aku bermain api lagi
Di antara malam dan pagi                              
Ketika  semua terbuai mimpi
            Tanganku tergerak tanpa kendali
            Meracik pijar-pijar api
            Yang bahkan ku tahu akan melukai
Tapi aku sendiri
Terluka pun tak ada yang peduli
Menangis pun tiada berarti
            Malam pun menepi
            Bukannya tersadar, aku semakin menjadi
            Kebimbangan menggerogoti
Disisa temaramnya pendar
Ku temukan seuntai jawaban
Yang kan ku ingat sampai penghabisan
            Sesuatu yang tak ingin ku dengar
            Sesuatu yang tak ingin ku percayai
            Sesuatu yang tak pernah ku yakini
“TEMAN”
Seberapa ajaibnya mantra itu
Hingga mampu mematikan hatiku

Kamis, 07 November 2013

Sejoli Angkasa



SEJOLI ANGKASA

Sudah lama, terlampau lama
Mentari tak menampakkan karismanya
Mengabaikan rembulan dalam keterpanaannya
Membekukan rembulan dengan keacuhannya

            Tanpa mentari, malam menggulita
            Kelam, tanpa keberadaannya
            Rembulanpun semakin tak berdaya
            Tak sanggup berpendar terbelenggu nestapa

Oh Tuhan, mengapa kisah ini ada 
Dua sejoli angkasa tak ditakdirkan bersama
Tapi tetap saling menorehkan luka
Tuhan.....
Binasakanlah satu dari mereka
Agar tak ada luka yang membara