Senin, 27 Januari 2014

Bintang Penghujung Siang

BINTANG PENGHUJUNG  SIANG
Ku susuri tepian pantai di penghujung siang
Di kala senja datang tanpa isakan
Ku jejakan kaki telanjang dalam bulir mencengkeram
Dan  berjalan tanpa henti pada tepian
Menanti kedatangan dikau dalam balut keremangan
            Ya, dikau yang jauh hanya terjangkau angan
            Namun apa daya, hati ini telah tertawan
            Sebongkah hati dengan suka rela ku persembahkan
            Agar kau tanam dalam lubuk keabadian
Di sini, mentari berpendar dalam rona keemasan
Dan aku, berusaha menanamkan “kesetiaan”
Berharap tumbuh bersama kepercayaan
Laksana debur ombak menghantam karang
Rasa “cinta”ku pun tak tergoyahkan
Berdiri kokoh di atas segala aral dan terjang
            Siluet keemasan memburu melintang
            Selalu menemaniku dalam kebimbangan
            Hingga aku merajut titik terang
Lalu  ku dapati parasmu di gugusan bintang
            Berpinta agar aku tenang menanti “pertemuan”
            Dan menegarkanku dalam kekalutan
Itulah dikau, SANG BINTANG
Bintang dengan pendar paling benderang
Serta bintang beranugerahkan keajaiban

Yang Tuhan ciptakan untukku seorang J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar